Minggu, 31 Juli 2011

Rahasia 6 Ruang dalam Hati

Di bulan Januari dan Februari 2001, Yesus mendiktekan pesan-pesan berseri kepada visiuner, Maureen-Sweeney Kyle, dimana IA mengungkapkan “Rahasia-rahasia” akan Lima Ruang Persatuan Hati.

21 April 2001. Yesus: “Aku adalah Yesus, terlahir sebagai manusia. Pada mulanya Bapa-Ku menciptakan surga dan bumi. IA menciptakan manusia dan membentuk wanita pertama dari tulang iganya agar mereka mengasihi, menghormati, mengagumi dan mematuhi-NYA. Namun karena dosa mereka, AKU dikirim sebagai Penebus.”

“Tetapi sekarang, manusia terus berdosa. Banyak yang gagal menemukan jalan keselamatan dan jatuh menjadi mangsa tipu muslihat Setan. Untuk itulah, Aku telah mengirim Ibu-Ku terlebih dahulu sebelum AKU dengan pesan Kasih Kudus. Aku datang setelah dia, mengungkapkan pesan Kasih Kudus dan melengkapi pesan Persatuan hati kami.”

“Inilah jalan keselamatan, kekudusan, kesempurnaan, keselarasan dan persatuan.”


Langkah 1: Keselamatan

Berserahlah kepada Kasih Kudus, yaitu dua perintah besar akan kasih. Di dalam penyerahan ini akan dibawa kepada Hati Maria yang Tak Bernoda. Hatinya adalah Perlindungan spiritual umat manusia dan gerbang kepada Yerusalem baru yaitu Hati Yesus. Di dalam penyerahan ini jiwa akan mulai melihat dosa-dosa terbesarnya dan kesalahan-kesalahannya. Juga di dalam Hati Maria ini jiwa mulai menyadari kuasa dan pentingnya akan arti saat ini.

12 Agustus 2007. Yesus: ”Aku mohon perhatian, khususnya, pada panggilan universal ini dengan menyuarakan terompet yang menggelegar secara universal untuk masuk ke dalam Ruang Pertama. Jangan salah – Ruang Pertama tidak bisa diabaikan. Itulah dasar dan fondasi dari yang lainnya. Tidak ada progres spiritual tanpa pertama-tama dimurnikan di dalam Nyala Hati Ibu-Ku.

Siapa di antara kalian yang dapat menjadi kudus tanpa mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik?”


Langkah 2: Kekudusan

Pintu masuk kepada Hati Kudus Yesus (Kasih Ilahi) melalui berserah pada kasih lebih dalam lagi. Jiwa mulai menyetarakan Kasih Suci dan Ilahi dengan Kehendak Ilahi Tuhan. IA menginspirasikan pada kekudusan dengan lebih hebat lagi berserah kepada Kehendak Tuhan, yaitu yang selalu adalah Kasih Kudus pada saat ini. Ia mulai mengerti bahwa kehendaknya diarahkan oleh apa yang dipegangnya di dalam hati.


Langkah 3: Kesempurnaan

Jiwa, kini berakar pada Kasih Kudus dan Ilahi, menaruh semua usahanya untuk disempurnakan di dalam kebajikan-kebajikan. Ia mempraktekkan kebajikan-kebajikan dengan rajin, berdoa untuk kebajikan-kebajikan di dalam jiwanya, dan saat Tuhan melihat usahanya yang layak, IA meresapkan jiwa tersebut pada kebajikan-kebajikan.


Langkah 4: Pengudusan

Ruang Hati Ilahi Yesus ini merangkul mereka yang telah berhasil menjadi selaras dengan Kehendak Ilahi Tuhan. Masih tetap terdiri dari dua bagian: jiwa yang terus mencari keselarasan dan yang telah berhasil akan hal ini; dan Kehendak Ilahi Tuhan.


Langkah 5: Persatuan dengan Kehendak Ilahi.
Hanya sedikit orang yang menjangkau bagian dalam kekudusan akan Hati Tuhan kita.

Kini hanya ada satu bagian. Diri sudah tidak ada lagi. Jiwa adalah satu dengan Tuhan dan Kehendak Ilahi-Nya. Inilah Yerusalem baru. (Santo Antonius – 20 Mei 2000)

Pengungkapan Ruang ke-enam – Hati Allah Bapa – Surga tertinggi – mulai pada bulan April 2003.


Langkah 6: Melebur di dalam Kehendak Ilahi

1 April 2003. Yesus: “Aku datang untuk menjelaskan kepadamu Ruang ke-enam. Itulah Hati Bapa Kekal. Hati Bapa Kekal merangkul semua ruang-ruang lain Persatuan Hati Kami. Di dalam ruang inilah janji Tuhan – sebuah perjanjian kasih yang baru. Jiwa yang berhasil masuk ke dalam Ruang ke-enam ini telah mencapai Surga tertinggi. Di dalam kehidupan ini, tempat itu diperuntukkan bagi mereka yang telah mencapai kekudusan. Di dalam kehidupan abadi, para kudus dan martir kasih telah mencapai Ruang ke-lima bergerak masuk ke dalam Surga tertinggi.”

“Karena Hati Bapa-Ku merangkul semua ruangan Persatuan Hati Kami, sadarilah IA memanggil setiap jiwa untuk melebur di dalam

Surga tertinggi. Bagi ia yang memiliki iman, segala sesuatunya mungkin.”

2 April 2003. St. Margaretha Maria Alacoque: “Ruang ke-enam adalah rangkulan Hati Tuhan yaitu Kehendak Ilahi. Jiwa merasakan rangkulan Hati Bapa semakin meningkat seiring jiwa ditarik masuk lebih dalam lagi ke pada ruang-ruang Persatuan Hati.

Demikianlah adanya, mohon lihatlah bahwa sementara jiwa ditarik masuk ke dalam Ruang pertama, ia merasakan rangkulan Bapa dimulai. Setiap urutan Ruang memungkinkan setiap jiwa untuk merasakan rangkulan Bapa semakin meningkat. Bapa yang Kekal mencoba untuk menarik setiap jiwa ke dalam Surga tertinggi.”

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.