Senin, 22 Agustus 2011


Santapan Mewah

Selain keberanian untuk menghadapi gelapnya gua dengan kawanan singa lapar yang ada di dalamnya, kisah penolakan Daniel terhadap santapan ala Kerajaan Babel juga menjadi hal yang menarik. Alkitab terjemahan LAI mencatat, “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya” (Dan. 1:8). Alkitab terjemahan Revised Standart Version menuliskan “santapan raja” dengan “santapan mewah”. Mengapa raja mewajibkan para pemuda tawanannya menikmati santapan raja?

John MacArthur dalam buku pemahaman Alkitabnya berjudul An Uncompromising Life menjelaskan bahwa kewajiban untuk menyantap makanan mewah ini merupakan salah satu strategi cuci otak. Raja Babel melakukan itu supaya para pemuda Yahudi, termasuk Daniel dan ketiga sahabatnya, bergantung pada kemurahannya. Begitu mereka terbiasa menikmati hidangan mewah ala kerajaan dan merasa nyaman, maka mereka akan melakukan apa pun untuk mempertahankan kemewahan itu. Mereka diberi iming-iming standar hidup mewah supaya kelak tidak ingin kembali pada kehidupan lama mereka dan mau memberi hidupnya untuk melayani raja.

Bila Anda pernah menikmati santapan mewah semacam itu, pasti akan sulit untuk menolak godaan untuk tetap bisa menikmati makanan itu setiap waktu. Para sejarawan Alkitab memperkirakan, ada sekitar 50-70 pemuda Yahudi yang dibawa ke Babel sebagai tawanan pada masa itu. Namun tampaknya hanya Daniel dan ketiga sahabatnya yang mampu dengan tegas menolak proses cuci otak melalui santapan mewah ala kerajaan ini. Sementara puluhan pemuda lainnya tidak dijelaskan bagaimana sikap mereka terhadap tawaran yang menggiurkan ini. Ada kemungkinan mereka semua terpikat, melayani raja, menyembah patung yang dibuat, dan meninggalkan Allah.

Sumber: http://www.ebahana.com/warta-3523-Santapan-Mewah.html


0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.