Rabu, 10 Agustus 2011

Merdeka dari Kesepian

Pernahkah Anda merasa kesepian? Atau pernahkan Anda mencoba menolong
seseorang yang merasa kesepian? Kesepian bukanlah masalah baru.
Kesepian sudah ada sejak lama. Pemazmur dalam Mazmur 102:2-8 pun
pernah mengalaminya, "TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku
minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap
aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada
hari aku berseru, segeralah menjawab aku! Sebab hari-hariku habis
seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian. Hatiku
terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku. Oleh
sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang. Aku sudah
menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung
ponggok pada reruntuhan. Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti
burung terpencil di atas sotoh."
Dalam dunia yang sudah mengalami ledakan populasi ini, kelihatannya
aneh jika kesepian merupakan salah satu masalah terbesar. Saat ini,
kesepian memang menjadi masalah serius, yang mau tidak mau harus
diperhatikan.

Akibat Kesepian
Kesepian dapat berakibat buruk pada fisik. Sebuah survei melaporkan
bahwa lebih dari 50 persen kasus pasien berpenyakit jantung, bersumber
dari kesepian dan depresi. Mereka mengaku bahwa mereka merasa kesepian
dan depresi sebelum terkena serangan jantung. Sebagian besar
penelitian bahkan mengindikasikan adanya hubungan antara kesepian dan
beberapa jenis kanker.

Kesepian juga memiliki akibat emosional. Sebuah studi menemukan bahwa
80 persen pasien psikiatri mengatakan bahwa mereka mencari pertolongan
karena merasa kesepian. Kesepian dapat menyebabkan orang-orang menjadi
gelisah, makan berlebihan, mabuk-mabukan, dan menderita insomnia.
Setengah juta orang di Amerika mencoba bunuh diri setiap tahunnya, dan
banyak dari percobaan ini berkaitan dengan masalah kesepian. Orang
merasa kesepian dari hari ke hari, kemudian memutuskan untuk
menghancurkan diri mereka sendiri. Di Pusat Pencegahan Bunuh Diri di
Los Angeles, California, banyak remaja yang diwawancarai mengaku bahwa
percobaan bunuh diri yang mereka lakukan, berawal dari adanya rasa
kesepian.

Tuhan tidak menciptakan kita untuk sendirian, namun untuk memiliki
hubungan dengan-Nya dan dengan orang-orang di sekitar kita. Ia
menciptakan kita untuk menikmati kehidupan yang penuh daya cipta,
menjadi orang yang bertumbuh, dan menikmati kekayaan yang
disediakan-Nya. Karena itu, sungguh menyedihkan bila orang merasa
kesepian dan gagal memperoleh semua yang Tuhan inginkan untuk mereka
peroleh dalam hidup mereka.

Dalam merenungkan pengertian dari kesepian, kita perlu menjawab tiga
pertanyaan penting: Apa itu kesepian? Apa penyebab kesepian? Adakah
obat bagi kesepian?

Definisi Kesepian
Mungkin lebih mudah untuk merasakan kesepian daripada menjelaskannya.
Orang-orang profesional memiliki definisi klinis tersendiri dan
orang-orang awam memiliki gagasan tersendiri; tetapi ada baiknya kita
membaca buku-buku psikologis atau menyelidiki hati kita sendiri untuk
mendefinisikannya. Kesepian bukanlah sesuatu untuk dijadikan bahan
gurauan atau untuk diabaikan.

Kesepian berarti, Anda tetap merasa seorang diri saja, di saat Anda
dikelilingi berbagai jenis orang, dan sebagian dari mereka bahkan
mungkin ingin bertemu dan mengobrol dengan Anda. Kesepian berarti,
merasa terasing secara emosional di tengah-tengah keramaian, merasa
tidak diinginkan dan tidak dibutuhkan. Orang-orang yang kesepian,
berada di suatu tempat dan secara otomatis membangun tembok bukannya
jembatan, serta melangkah mundur ketika orang lain melangkah maju
untuk menyapa mereka. Orang-orang yang kesepian menghadapi hari-hari
mereka seolah-olah tidak ada tujuan hidup. Tidak ada lagi seorang pun
yang benar-benar peduli. Kesepian menggerogoti batin seseorang secara
perlahan-lahan, sampai seluruh kekuatan emosional menjadi lemah dan
harapan hancur.

Apa yang Bukan Merupakan Kesepian
Kesepian tidak sama dengan kesunyian. Kesunyian adalah isolasi fisik
yang mungkin baik bagi kita. Yesus pergi menyendiri untuk merenung dan
berdoa. Suatu kali, Rasul Paulus pergi meninggalkan teman-temannya,
sehingga ia bisa merenung saat mereka sedang berlayar. Ia menginginkan
kesunyian. Ia ingin sendirian.

Dalam kehidupan, saya menyadari bahwa setiap hari saya harus pergi
menyendiri untuk berpikir, merenung, dan berdoa. Batin saya perlu
"dibersihkan". Firman Tuhan memberi tahu kita bahwa kadang-kadang kita
perlu sendiri bersama Tuhan, untuk berpikir, merenungkan Firman-Nya,
dan berdoa.

Kita harus tahu bahwa kesepian tidak sama dengan sendirian, dan kita
semua pasti pernah merasa sendirian. Namun, merasa sendirian tidak
begitu menyakitkan seperti kesepian. Sebagai contoh, sering dalam
perjalanan, ketika saya berada jauh dari keluarga, saya merasa
sendirian untuk sementara waktu. Akan tetapi, saya tahu hal itu akan
berakhir. Saya akan segera naik pesawat terbang, mobil, kereta api,
dan pulang ke rumah.

Kadang kala, kita memiliki perasaan merana. Merana adalah kesendirian
ditambah pengalaman dukacita dan kesedihan. Sering kali kita merasa
merana karena kehilangan orang yang kita cintai. Kita tahu bahwa kita
tidak akan bertemu lagi dengan orang itu sampai kita semua berada di
surga, asal ia sudah lahir baru di dalam Yesus Kristus.

Apa Itu Kesepian
Kesepian adalah suatu perasaan terasing dan terisolasi, tidak
diinginkan, tidak dibutuhkan, dan tidak penting. Meskipun orang yang
kesepian bisa tersenyum atau mengatakan bahwa mereka baik-baik saja,
tetapi di dalam hatinya mereka terluka. Orang yang merasa kesepian
juga sering berpikir tentang bunuh diri, karena mereka tidak dapat
merasakan sukacita seperti yang dirasakan/datang dengan mudah kepada
orang lain.

Menurut saya, kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa, yang berasal
dari hidup yang tergantung pada hal-hal yang kurang berarti (Yesaya
55:1-2). Banyak orang yang memberi makan jiwa mereka dengan hal-hal
yang kurang berarti. Mereka berpendapat jika seseorang memiliki
pekerjaan, uang, dan makanan, maka orang tersebut akan dipuaskan. Nabi
Yesaya mengatakan, "Kamu membelanjakan uangmu, tetapi kamu tidak
membeli roti. Kamu bekerja keras tetapi pekerjaanmu tidak membuatmu
puas. Ya, kamu memberi makan tubuh dan kantongmu, tetapi jiwamu sedang
kelaparan dan kekurangan. Kamu sedang menggantungkan hidupmu pada hal-hal yang kurang berarti!"

Kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa akibat hidup dengan hal-hal
yang kurang berarti. Dan yang lebih menyedihkan, banyak orang yang
puas dengan pengganti. Mereka puas dengan hiburan, saat Tuhan
menawarkan sukacita kepada mereka. Mereka puas dengan meminum obat
tidur, saat Tuhan menawarkan kedamaian kepada mereka. Mereka puas
dengan harga, saat Tuhan menawarkan nilai kepada mereka. Mereka puas
dengan kesenangan, saat Tuhan menawarkan hidup yang berkelimpahan
kepada mereka. Mereka puas dengan memainkan peranan di dalam
masyarakat, saat Tuhan ingin menjadikan mereka sebagai anak-anak-Nya
yang unik. Tuhan menawarkan mereka sesuatu yang berharga dan memuaskan yang jiwa. Ia menawarkannya "tanpa uang pembeli dan bayaran". Itu adalah kasih karunia Tuhan yang begitu besar dan tak terbatas.

Penyebab Kesepian
Apa yang menyebabkan kesepian? Para sosiolog, psikolog, dan ahli medis
telah mempelajari masalah kesepian selama bertahun-tahun. Para
spesialis ini tidak selalu sepaham, namun mereka telah mencapai suatu
kesimpulan perihal faktor-faktor penyebab kesepian.

1. Penyebab Sosial
Mobilitas kehidupan modern menyebabkan banyak orang tidak bertumbuh
dengan baik dalam hal kerohanian. Mereka memunyai banyak kenalan,
tetapi jarang memiliki persahabatan yang dalam dan tahan lama. Sebagai
contoh, di Amerika, rata-rata 20 persen dari populasi berpindah setiap
tahunnya. Ini berarti mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru,
teman baru, tempat ibadah baru, dll.. Orang-orang yang tidak dapat
memupuk persahabatan baru dengan cepat di tempat yang baru, biasanya
membayar harga mobilitas tersebut dengan kesepian.

Persaingan hidup juga turut menyebabkan kesepian. Kita sibuk mencapai
dan menomorsatukan kesuksesan. Kompetisi hidup tidak mendorong orang
lain mendekati kita, tetapi menjauhi kita. Selain itu, sebagian orang
merasa kesepian karena takut bahaya yang muncul baik di kota besar
maupun kota kecil. Orang-orang yang sudah lanjut usia takut diserang
penyakit. Orang-orang yang tinggal di perumahan memasang kunci dobel
dan takut berbicara dengan orang asing. Dalam hal ini mereka tidak
dapat disalahkan.

Untuk dapat memahami mengapa begitu banyak orang kesepian, Anda dapat
menyatukan mobilitas dan persaingan dalam kehidupan modern, dengan
rasa takut dan fakta bahwa kita hidup di dalam masyarakat yang sangat
acuh tak acuh.

2. Penyebab Psikologis
Orang-orang yang kesepian sering kali memunyai karakteristik yang
hampir sama. Salah satu contoh, mereka mudah terluka dan luka mereka
tidak mudah sembuh dengan cepat. Suatu kali, mereka pernah sangat
terluka dan hal ini menyebabkan mereka tetap menjaga jarak. Mereka
mungkin pernah diremehkan oleh seorang karyawan yang berpotensi atau
ditolak oleh teman atau orang yang penting dalam hidup mereka. Apa pun
keadaannya, batin mereka terluka. Mereka takut disakiti lagi, sehingga
mereka menarik diri ke dalam kerang perlindungannya. Mereka membawa
luka-luka batin yang bernanah sampai mereka mengalami pembasuhan oleh
kasih karunia Tuhan.

Orang yang kesepian tidak hanya orang yang disakiti orang lain;
kadang-kadang mereka merupakan orang-orang yang menyimpan rasa
bersalah. Mereka mungkin memunyai nurani yang tercemar, atau mungkin
membawa penyesalan dari kesalahan dan dosa masa lalu. Mereka mungkin
pernah melakukan dosa, dan noda-noda tersebut masih tertinggal di
dirinya.

Orang-orang yang kesepian sering kali merupakan orang-orang yang
rapuh. Kita harus memiliki rasa aman di dalam diri sendiri, agar dapat
menjangkau dan berbagi dengan mereka. Anda harus tahu di mana Anda
berdiri dan siapa Anda, dan apa yang mampu Anda lakukan untuk bisa
menerima orang lain dan membina persahabatan. Bagi kebanyakan orang,
bertemu orang lain adalah suatu hal yang menyenangkan; tetapi bagi
orang yang kesepian, bertemu orang lain merupakan sebuah ancaman. Anda
tidak bisa membangun hubungan di atas fondasi yang tidak kukuh.

Orang yang kesepian terkadang membingungkan. Mereka tidak yakin dengan
diri mereka sendiri, ke mana mereka pergi, atau mengapa mereka ada di
sini. Itulah sebabnya, mengenal Kristus membuat kita mulai berjalan
menuju penggenapan, karena ketika Anda mengenal Tuhan, Anda tahu dari
mana Anda berasal, siapa diri Anda, dan apa yang Tuhan kehendaki bagi
Anda.

Kadang-kadang, orang yang kesepian adalah orang yang egois. Hidup
mereka dikendalikan oleh perasaan mengasihani diri sendiri dan cemburu
dengan orang lain yang memiliki lebih dari apa yang dapat mereka
miliki dan lakukan. Bukannya mengucap syukur untuk apa yang sudah
mereka miliki, mereka duduk di sekeliling perasaan mengasihani diri
sendiri karena apa yang tidak mereka miliki.

3. Penyebab Rohani
Salah satu akar penyebab kesepian adalah masalah rohani. Hubungan
spiritual merupakan hubungan yang paling penting dalam hidup ini.
Hidup dibangun atas dasar hubungan-hubungan Anda dengan diri sendiri,
orang lain, alam sekitar, dan terutama dengan Tuhan. Mampu mengenali,
menerima, dan menjadi diri sendiri, memampukan Anda untuk berhubungan
dengan orang lain. Ketika hubungan kita dengan Tuhan, diri sendiri,
dan orang lain berjalan sebagaimana mestinya, kesepian bukanlah suatu
masalah. Ketika kita meninggalkan Tuhan di luar kehidupan atau tidak
menaati-Nya dengan sengaja, kita membuka jalan masuk bagi kesepian.

Obat bagi Kesepian
Adakah obat bagi kesepian? Ada! Kita tidak dapat mengubah masyarakat
dan memaksa orang lain untuk berubah dengan mudah. Sebagian orang yang
kesepian mungkin membutuhkan konseling Kristen profesional. Jika
kesepian Anda mendekati depresi dan kehancuran, berarti Anda harus
mendapatkan pertolongan dari seorang konselor Kristen yang
berkompeten. Namun, orang yang kesepian dapat mulai mengalami
kesembuhan batin dengan memercayai Yesus Kristus. Ia dapat memperbaiki
hubungan yang hancur dengan Tuhan, diri kita sendiri, ciptaan lainnya,
dan orang lain. Yesus Kristus dapat menolong kita untuk mengenali,
menerima, dan menjadi diri sendiri. Hanya Yesus Kristus yang mampu
membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan memberi kita masa
depan yang menyenangkan. Hanya Dia yang mampu membuat kita menjadi
ciptaan baru, dan memberi kita kekuatan batin untuk menghadapi
kehidupan dan mengatasi hambatan-hambatannya.

Selain karena masalah sosial, kesepian pada dasarnya adalah masalah
hati. Apa yang dilakukan kehidupan terhadap kita, kebanyakan
tergantung pada apa yang ditemukan kehidupan di dalam diri kita. Inti
dari setiap masalah adalah masalah hati. Itulah sebabnya Yesus
berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28) Yesus Kristus
ingin masuk ke dalam hidup Anda, mengenal Anda, dan Ia juga ingin Anda
mengenal-Nya. Ia ingin menyucikan Anda dan menjadikan Anda ciptaan
baru. Anda dan Dia dapat bersama-sama memecahkan masalah-masalah yang
selama ini menyebabkan kesepian di dalam hidup Anda.

Yesus Kristus adalah satu-satunya yang dapat memberi Anda hidup kekal.
Itulah sebabnya Ia datang dan hidup di dunia, mati, dan hari ini hidup
sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan Sahabat Anda.

"Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku" (Mazmur 23:1).

Diambil dan disunting seperlunya dari :
Judul asli buku: Lonely People
Judul buku terjemahan: Membangkitkan Roh Antusias
Judul asli artikel: Makna Kesepian
Penulis: Warren W. Wiersbe
Penerjemah: Tessa A. W.
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2003
Halaman: 1 -- 12
Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/256/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.