Sabtu, 20 Agustus 2011


Makna Kesepian

Pernahkah Anda merasa kesepian?
Atau pernahkan Anda mencoba menolong seseorang yang merasa kesepian?
Kesepian bukanlah masalah baru. Kesepian sudah ada sejak lama.
Pemazmur dalam Mazmur 102:2-8 pun pernah mengalaminya, "TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian. Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku. Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang. Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan. Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh."

Dalam dunia yang sudah mengalami ledakan populasi ini, kelihatannya aneh jika kesepian merupakan salah satu masalah terbesar. Saat ini, kesepian memang menjadi masalah serius, yang mau tidak mau harus diperhatikan.

Akibat Kesepian

Kesepian dapat berakibat buruk pada fisik. Sebuah survei melaporkan bahwa lebih dari 50 persen kasus pasien berpenyakit jantung, bersumber dari kesepian dan depresi. Mereka mengaku bahwa mereka merasa kesepian dan depresi sebelum terkena serangan jantung. Sebagian besar penelitian bahkan mengindikasikan adanya hubungan antara kesepian dan beberapa jenis kanker.

Kesepian juga memiliki akibat emosional. Sebuah studi menemukan bahwa 80 persen pasien psikiatri mengatakan bahwa mereka mencari pertolongan karena merasa kesepian. Kesepian dapat menyebabkan orang-orang menjadi gelisah, makan berlebihan, mabuk-mabukan, dan menderita insomnia.

Setengah juta orang di Amerika mencoba bunuh diri setiap tahunnya, dan banyak dari percobaan ini berkaitan dengan masalah kesepian. Orang merasa kesepian dari hari ke hari, kemudian memutuskan untuk menghancurkan diri mereka sendiri. Di Pusat Pencegahan Bunuh Diri di Los Angeles, California, banyak remaja yang diwawancarai mengaku bahwa percobaan bunuh diri yang mereka lakukan, berawal dari adanya rasa kesepian.

Tuhan tidak menciptakan kita untuk sendirian, namun untuk memiliki hubungan dengan-Nya dan dengan orang-orang di sekitar kita. Ia menciptakan kita untuk menikmati kehidupan yang penuh daya cipta, menjadi orang yang bertumbuh, dan menikmati kekayaan yang disediakan-Nya. Karena itu, sungguh menyedihkan bila orang merasa kesepian dan gagal memperoleh semua yang Tuhan inginkan untuk mereka peroleh dalam hidup mereka.

Dalam merenungkan pengertian dari kesepian, kita perlu menjawab tiga pertanyaan penting:
Apa itu kesepian? Apa penyebab kesepian? Adakah obat bagi kesepian?

Definisi Kesepian

Mungkin lebih mudah untuk merasakan kesepian daripada menjelaskannya. Orang-orang profesional memiliki definisi klinis tersendiri dan orang-orang awam memiliki gagasan tersendiri; tetapi ada baiknya kita membaca buku-buku psikologis atau menyelidiki hati kita sendiri untuk mendefinisikannya. Kesepian bukanlah sesuatu untuk dijadikan bahan gurauan atau untuk diabaikan.

Kesepian berarti, Anda tetap merasa seorang diri saja, di saat Anda dikelilingi berbagai jenis orang, dan sebagian dari mereka bahkan mungkin ingin bertemu dan mengobrol dengan Anda. Kesepian berarti, merasa terasing secara emosional di tengah-tengah keramaian, merasa tidak diinginkan dan tidak dibutuhkan. 

Orang-orang yang kesepian, berada di suatu tempat dan secara otomatis membangun tembok bukannya jembatan, serta melangkah mundur ketika orang lain melangkah maju untuk menyapa mereka. 

Orang-orang yang kesepian menghadapi hari-hari mereka seolah-olah tidak ada tujuan hidup. Tidak ada lagi seorang pun yang benar-benar peduli. Kesepian menggerogoti batin seseorang secara perlahan-lahan, sampai seluruh kekuatan emosional menjadi lemah dan harapan hancur.

Apa yang Bukan Merupakan Kesepian

Kesepian tidak sama dengan kesunyian. Kesunyian adalah isolasi fisik yang mungkin baik bagi kita. Yesus pergi menyendiri untuk merenung dan berdoa. Suatu kali, Rasul Paulus pergi meninggalkan teman-temannya, sehingga ia bisa merenung saat mereka sedang berlayar. Ia menginginkan kesunyian. Ia ingin sendirian.

Dalam kehidupan, saya menyadari bahwa setiap hari saya harus pergi menyendiri untuk berpikir, merenung, dan berdoa. Batin saya perlu "dibersihkan". Firman Tuhan memberi tahu kita bahwa kadang-kadang kita perlu sendiri bersama Tuhan, untuk berpikir, merenungkan Firman-Nya,
dan berdoa.

Kita harus tahu bahwa kesepian tidak sama dengan sendirian, dan kita semua pasti pernah merasa sendirian. Namun, merasa sendirian tidak begitu menyakitkan seperti kesepian. Sebagai contoh, sering dalam perjalanan, ketika saya berada jauh dari keluarga, saya merasa sendirian untuk sementara waktu. 
Akan tetapi, saya tahu hal itu akan berakhir. 
Saya akan segera naik pesawat terbang, mobil, kereta api, dan pulang ke rumah.

Kadang kala, kita memiliki perasaan merana. Merana adalah kesendirian ditambah pengalaman dukacita dan kesedihan. Sering kali kita merasa merana karena kehilangan orang yang kita cintai. Kita tahu bahwa kita tidak akan bertemu lagi dengan orang itu sampai kita semua berada di surga, asal ia sudah lahir baru di dalam Yesus Kristus.

Apa Itu Kesepian

Kesepian adalah suatu perasaan terasing dan terisolasi, tidak diinginkan, tidak dibutuhkan, dan tidak penting. Meskipun orang yang kesepian bisa tersenyum atau mengatakan bahwa mereka baik-baik saja,
tetapi di dalam hatinya mereka terluka. Orang yang merasa kesepian juga sering berpikir tentang bunuh diri, karena mereka tidak dapat merasakan sukacita seperti yang dirasakan/datang dengan mudah kepada orang lain.

Menurut saya, kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa, yang berasal dari hidup yang tergantung pada hal-hal yang kurang berarti (Yesaya 55:1-2). Banyak orang yang memberi makan jiwa mereka dengan hal-hal yang kurang berarti. Mereka berpendapat jika seseorang memiliki pekerjaan, uang, dan makanan, maka orang tersebut akan dipuaskan. Nabi Yesaya mengatakan, "Kamu membelanjakan uangmu, tetapi kamu tidak membeli roti. Kamu bekerja keras tetapi pekerjaanmu tidak membuatmu puas. Ya, kamu memberi makan tubuh dan kantongmu, tetapi jiwamu sedang kelaparan dan kekurangan. Kamu sedang menggantungkan hidupmu pada hal- hal yang kurang berarti!"

Kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa akibat hidup dengan hal-hal yang kurang berarti. Dan yang lebih menyedihkan, banyak orang yang puas dengan pengganti. Mereka puas dengan hiburan, saat Tuhan menawarkan sukacita kepada mereka. Mereka puas dengan meminum obat tidur, saat Tuhan menawarkan kedamaian kepada mereka. Mereka puas dengan harga, saat Tuhan menawarkan nilai kepada mereka. 

Mereka puas dengan kesenangan, saat Tuhan menawarkan hidup yang berkelimpahan
kepada mereka. Mereka puas dengan memainkan peranan di dalam masyarakat, saat Tuhan ingin menjadikan mereka sebagai anak-anak-Nya yang unik. Tuhan menawarkan mereka sesuatu yang berharga dan memuaskan yang jiwa. Ia menawarkannya "tanpa uang pembeli dan bayaran". Itu
adalah kasih karunia Tuhan yang begitu besar dan tak terbatas.

Penyebab Kesepian

Apa yang menyebabkan kesepian? Para sosiolog, psikolog, dan ahli medis telah mempelajari masalah kesepian selama bertahun-tahun. Para spesialis ini tidak selalu sepaham, namun mereka telah mencapai suatu kesimpulan perihal faktor-faktor penyebab kesepian.

1. Penyebab Sosial

Mobilitas kehidupan modern menyebabkan banyak orang tidak bertumbuh dengan baik dalam hal kerohanian. Mereka memunyai banyak kenalan, tetapi jarang memiliki persahabatan yang dalam dan tahan lama. Sebagai contoh, di Amerika, rata-rata 20 persen dari populasi berpindah setiap tahunnya. Ini berarti mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, tempat ibadah baru, dll.. Orang-orang yang tidak dapat memupuk persahabatan baru dengan cepat di tempat yang baru, biasanya membayar harga mobilitas tersebut dengan kesepian.

Persaingan hidup juga turut menyebabkan kesepian. Kita sibuk mencapai dan menomorsatukan kesuksesan. Kompetisi hidup tidak mendorong orang lain mendekati kita, tetapi menjauhi kita. Selain itu, sebagian orang merasa kesepian karena takut bahaya yang muncul baik di kota besar maupun kota kecil. Orang-orang yang sudah lanjut usia takut diserang penyakit. Orang-orang yang tinggal di perumahan memasang kunci dobel dan takut berbicara dengan orang asing. Dalam hal ini mereka tidak dapat disalahkan.

Untuk dapat memahami mengapa begitu banyak orang kesepian, Anda dapat menyatukan mobilitas dan persaingan dalam kehidupan modern, dengan rasa takut dan fakta bahwa kita hidup di dalam masyarakat yang sangat acuh tak acuh.

2. Penyebab Psikologis

Orang-orang yang kesepian sering kali memunyai karakteristik yang hampir sama. Salah satu contoh, mereka mudah terluka dan luka mereka tidak mudah sembuh dengan cepat. Suatu kali, mereka pernah sangat terluka dan hal ini menyebabkan mereka tetap menjaga jarak. Mereka mungkin pernah diremehkan oleh seorang karyawan yang berpotensi atau ditolak oleh teman atau orang yang penting dalam hidup mereka. 

Apa pun keadaannya, batin mereka terluka. Mereka takut disakiti lagi, sehingga mereka menarik diri ke dalam kerang perlindungannya. Mereka membawa luka-luka batin yang bernanah sampai mereka mengalami pembasuhan oleh kasih karunia Tuhan.

Orang yang kesepian tidak hanya orang yang disakiti orang lain; kadang-kadang mereka merupakan orang-orang yang menyimpan rasa bersalah. Mereka mungkin memunyai nurani yang tercemar, atau mungkin membawa penyesalan dari kesalahan dan dosa masa lalu. Mereka mungkin pernah melakukan dosa, dan noda-noda tersebut masih tertinggal di dirinya.

Orang-orang yang kesepian sering kali merupakan orang-orang yang rapuh. Kita harus memiliki rasa aman di dalam diri sendiri, agar dapat menjangkau dan berbagi dengan mereka. Anda harus tahu di mana Anda berdiri dan siapa Anda, dan apa yang mampu Anda lakukan untuk bisa menerima orang lain dan membina persahabatan. Bagi kebanyakan orang, bertemu orang lain adalah suatu hal yang menyenangkan; tetapi bagi orang yang kesepian, bertemu orang lain merupakan sebuah ancaman. Anda tidak bisa membangun hubungan di atas fondasi yang tidak kukuh.

Orang yang kesepian terkadang membingungkan. Mereka tidak yakin dengan diri mereka sendiri, ke mana mereka pergi, atau mengapa mereka ada di sini. Itulah sebabnya, mengenal Kristus membuat kita mulai berjalan menuju penggenapan, karena ketika Anda mengenal Tuhan, Anda tahu dari mana Anda berasal, siapa diri Anda, dan apa yang Tuhan kehendaki bagi Anda.

Kadang-kadang, orang yang kesepian adalah orang yang egois. Hidup mereka dikendalikan oleh perasaan mengasihani diri sendiri dan cemburu dengan orang lain yang memiliki lebih dari apa yang dapat mereka miliki dan lakukan. Bukannya mengucap syukur untuk apa yang sudah mereka miliki, mereka duduk di sekeliling perasaan mengasihani diri sendiri karena apa yang tidak mereka miliki.

3. Penyebab Rohani

Salah satu akar penyebab kesepian adalah masalah rohani. Hubungan spiritual merupakan hubungan yang paling penting dalam hidup ini. Hidup dibangun atas dasar hubungan-hubungan Anda dengan diri sendiri, orang lain, alam sekitar, dan terutama dengan Tuhan. 

Mampu mengenali, menerima, dan menjadi diri sendiri, memampukan Anda untuk berhubungan dengan orang lain. Ketika hubungan kita dengan Tuhan, diri sendiri, dan orang lain berjalan sebagaimana mestinya, kesepian bukanlah suatu masalah. Ketika kita meninggalkan Tuhan di luar kehidupan atau tidak menaati-Nya dengan sengaja, kita membuka jalan masuk bagi kesepian.

Obat bagi Kesepian

Adakah obat bagi kesepian? Ada! Kita tidak dapat mengubah masyarakat dan memaksa orang lain untuk berubah dengan mudah. Sebagian orang yang kesepian mungkin membutuhkan konseling Kristen profesional. Jika kesepian Anda mendekati depresi dan kehancuran, berarti Anda harus mendapatkan pertolongan dari seorang konselor Kristen yang berkompeten. 

Namun, orang yang kesepian dapat mulai mengalami kesembuhan batin dengan memercayai Yesus Kristus. Ia dapat memperbaiki hubungan yang hancur dengan Tuhan, diri kita sendiri, ciptaan lainnya, dan orang lain. Yesus Kristus dapat menolong kita untuk mengenali, menerima, dan menjadi diri sendiri. 

Hanya Yesus Kristus yang mampu membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan memberi kita masa
depan yang menyenangkan. Hanya Dia yang mampu membuat kita menjadi ciptaan baru, dan memberi kita kekuatan batin untuk menghadapi kehidupan dan mengatasi hambatan-hambatannya.

Selain karena masalah sosial, kesepian pada dasarnya adalah masalah hati. Apa yang dilakukan kehidupan terhadap kita, kebanyakan tergantung pada apa yang ditemukan kehidupan di dalam diri kita. Inti dari setiap masalah adalah masalah hati. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28) 

Yesus Kristus ingin masuk ke dalam hidup Anda, mengenal Anda, dan Ia juga ingin Anda mengenal-Nya. Ia ingin menyucikan Anda dan menjadikan Anda ciptaan baru. Anda dan Dia dapat bersama-sama memecahkan masalah-masalah yang selama ini menyebabkan kesepian di dalam hidup Anda.

Yesus Kristus adalah satu-satunya yang dapat memberi Anda hidup kekal. Itulah sebabnya Ia datang dan hidup di dunia, mati, dan hari ini hidup sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan Sahabat Anda.

"Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku" (Mazmur 23:1).


Sumber :
Judul asli buku: Lonely People
Judul buku terjemahan: Membangkitkan Roh Antusias
Penulis: Warren W. Wiersbe
Penerjemah: Tessa A. W.
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2003

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.