Kamis, 30 Juni 2011

Uraian Doa Bapa Kami menurut St. Fransiskus dari Asisi

Dalam penyelidikan baru, dari semua karya yang oleh tradisi dianggap berasal dari Fransiskus, Uraian Doa Bapa Kami (UrBap) paling banyak dipersoalkan kepastiannya.
Hal itu terjadi, kiranya juga karena tidak dibedakan antara keotentikan dan keoriginalannya.

Beberapa tulisan Fransiskus yang lain juga dinilai otentik (=betul milik Fransiskus), meskipun tidak original (= tidak merupakan hasil ciptaan Fransiskus sendiri, tetapi diambil alih saja dari sumber lain).

Karya-karya itu misalnya Pujian yang diucapkan pada semua waktu ibadatIbadat sengsara TuhanAjakan untuk memuji Allah.
Demikian pula UrBap harus dimasukkan dalam kelompok itu.
Tidak semua bagian dan bentuk perumusannya merupakan karya original Fransiskus; dia memakai contoh lain untuk menyusun doanya.
Namun uraian itu sendiri sesuai dengan semangatnya, dan sebagian juga dikarang oleh dia sendiri.

Potongan-potongan yang diambilnya dari sumber yang lain itu dijadikan miliknya seluruhnya dan ia memberikan kepadanya arti yang diinginkannya dengan tambahan-tambahan yang sepadan. Maka sejumlah bagiannya tidak original, tetapi tetap otentik.
Karena itu doa ini dapat dimasukkan dalam kumpulan karya Fransiskus.

Bagaimanapun juga, UrBap merupakan satu kesaksian berharga bagi spiritualitas, kesalehan serta hubungan Fransiskus yang konkret dengan Bapa.

(1) Ya Bapa kami yang mahakudus:
pencipta, penebus, penghibur dan penyelamat kami.

(2) Yang ada di surga:
di dalam para malaikat dan para kudus;
Engkau menerangi mereka untuk mengenal-Mu karena Engkau adalah terang, ya Tuhan;
Engkau mengobarkan mereka untuk mengasihi karena Engkau adalah kasih, ya Tuhan.
Engkau tinggal di dalam mereka dan memenuhi mereka untuk berbahagia karena
Engkaulah yang paling baik, ya Tuhan
Engkau baik untuk selamanya,
Engkaulah asal segala yang baik, tanpa Engkau tidak ada yang baik satu pun.

(3) Dimuliakanlah nama-Mu:
Semoga semakin jemih kami mengenal Engkau, agar kami mampu menyelami betapa luasnya anugerah-Mu,
betapa panjangnya janji-janji-Mu,
betapa tingginya keluhuran-Mu
dan betapa dalamnya keputusan-keputusan-Mu.

(4) Datanglah kerajaan-Mu:
agar Engkau meraja di dalam diri kami karena rahmat-Mu,
dan membawa kami masuk ke dalam kerajaan-Mu;
di sana kami akan memandang Engkau dengan jelas,
akan mengasihi Engkau dengan sempuma,
akan berbahagia dalam persekutuan dengan-Mu
dan merasakan betapa nikmatnya Engkau
untuk selama-lamanya.

(5) Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti dalam surga:
agar kami mengasihi Engkau
dengan segenap hati,
dengan selalu mengarahkan pikiran kepada-Mu;
dengan segenap jiwa
dengan selalu merindukan Engkau;
dengan segenap budi
dengan mengarahkan seluruh minat kami kepada-Mu
serta berusaha memuliakan Engkau dalam segalanya;
dengan segenap tenaga kami,
dengan mengerahkan semua kekuatan kami,
segenap perasaan jiwa serta raga kami
untuk bakti kasih kepada-Mu saja dan bukan untuk hal lainnya.
Agar kami mengasihi sesama kami seperti juga diri kami sendiri,
sambil mendorong mereka semua sekuat tenaga untuk mengasihi Engkau,
dan bergembira karena yang lain beroleh untung
seperti kalau kami sendiri beroleh untung,
dan sambil ikut bersedih bersama mereka yang ditimpa kemalangan,
serta tidak menyebabkan seorang pun tersandung.

(6) Rezeki kami sehari-hari:
ialah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
berikanlah kepada kami hari ini;
agar kami mampu mengingat, memahami dan menghormati
cintakasih-Nya kepada kami
serta segala yang telah dikatakan-Nya,
diperbuat dan diderita-Nya bagi kami.

(7) Dan ampunilah kesalahan kami:
karena belaskasih-Mu yang tak terperikan,
karena daya kekuatan sengsara Putra-Mu yang terkasih,
dan karena jasa serta perantaraan Santa Perawan Maria
dan semua orang pilihan-Mu.

(8) Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami:
apa yang tidak kami ampuni sepenuhnya,
buatlah, ya Tuhan, agar kami ampuni sepenuhnya;
agar kami sungguh-sungguh mengasihi musuh kami karena Engkau
dan dengan bakti berdoa bagi mereka di hadapan-Mu,
dan tidak membalas kejahatan seorang pun dengan kejahatan,
tetapi mengusahakan apa yang menguntungkan bagi semuanya di dalam Engkau.

(9) dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan:
tersembunyi atau yang kelihatan,
mendadak atau yang tak menentu waktunya.

(10) bebaskanlah kami dari yang jahat:
yang sudah lalu, saat ini, dan yang akan datang.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus
seperti pada permulaan, sekarang, selalu
dan sepanjang segala abad. Amin.


Sumber :  Fransiskus Asisi Karya-Karyanya, Leo L. Ladjar OFM, Kanisius, 1989, hlm.71, 227.
Sumber Artikel : http://ofm.or.id/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.