Selasa, 28 Juni 2011

Kidung Saudara Matahari

Fransiskus sudah berada pada puncak perjalanan pertobatannya. Semuanya sudah ditinggalkannya, dan sekarang ia sendiri menengadah kepada Allah semata-mata. Tidak ada hal lain yang perlu dikerjakan lagi selain memuji dan memuja Dia.

Dalam sikap yang “murni” itu, indra batiniahnya juga semakin jernih dan tajam. Ia menangkap kidung dan puja-pujian semua makhluk, dan ia pun mengajak mereka untuk bersama-sama memuji Sang Pencipta.

Dalam hal ini ia merasakan bersaudara dengan mereka. Pengalaman itu adalah hasil dan puncak pertobatannya yang keras selama hidupnya. Dengan meninggalkan segalanya demi Allah, Fransiskus akhirnya menemukan segalanya sebagai saudara, dengan hati murni.


Yang Mahaluhur, Mahakuasa, Tuhan yang baik,
milik-Mulah pujaan, kemuliaan dan hormat dan segala pujian.

Kepada-Mu saja, Yang Mahaluhur, semuanya itu patut disampaikan,
namun tiada insan satu pun layak menyebut nama-Mu.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, bersama semua makhluk-Mu,
terutama Tuan Saudara Matahari; dia terang siang hari, melalui dia kami Kauberi terang.

Dia indah dan bercahaya dengan sinar cahaya yang cemerlang;
tentang Engkau, Yang Mahaluhur, dia menjadi lambang.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Bulan dan bintang-bintang,
di cakrawala Kaupasang mereka, gemerlapan, megah dan indah.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudara Angin, dan karena udara dan kabut,
karena langit yang cerah dan segala cuaca,
dengannya Engkau menopang hidup makhluk ciptaan-Mu.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Air;
dia besar faedahnya, selalu merendah, berharga dan murni.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudara Api,
dengannya Engkau menerangi malam; dia indah dan cerah ceria, kuat dan perkasa.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena saudari kami Ibu Pertiwi;
dia menyuap dan mengasuh kami, dia menumbuhkan aneka ragam buah-buahan,
beserta bunga wama-wami dan rumput-rumputan.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena mereka yang mengampuni demi kasih-Mu,
dan yang menanggung sakit dan duka-derita.

Berbahagialah mereka, yang menanggungnya dengan tenteram, karena oleh-Mu,
Yang Mahaluhur, mereka akan dimahkotai.

Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Maut badani,
daripadanya tidak akan terluput insan hidup satu pun.

Celakalah mereka yang mati dengan dosa berat;
berbahagialah mereka yang didapatinya setia pada kehendak-Mu yang tersuci
karena mereka takkan ditimpa maut kedua.

Pujalah dan pujilah Tuhanku, bersyukurlah dan mengabdilah kepada-Nya
dengan merendahkan diri serendah-rendahnya.


Sumber : http://ofm.or.id/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.