Senin, 27 Juni 2011


Arahkan Pada Suara Allah
  
Selain menetapkan waktu-waktu tertentu untuk mendengar Allah berbicara, apakah Anda mengarahkan telinga kepada-Nya setiap hari?

Mengembangkan kepekaan terhadap suara Roh Kudus yang lembut dan tenang adalah hal yang mungkin dilakukan. Selain itu, kita pun dapat berjaga-jaga dan mendengarkan dorongan Allah yang lembut sepanjang hari, bahkan saat kita melakukan pekerjaan sehari-hari. Itulah yang dimaskud dengan “hidup oleh Roh” (Galatia 5:16).

Dorongan-dorongan yang muncul pada saat-saat tertentu bukanlah pengganti saat teduh yang tenang bersama Allah. Dorongan-dorongan itu justru datang kepada saya hanya bila saya secara teratur menyediakan waktu untuk menyendiri dalam keheningan. Namun, ketika dorongan-dorongan itu muncul, rasanya sangat luar biasa.

Alasan lain yang mungkin membuat kita tidak mendengar suara Allah adalah karena kita tidak membuat perencanaan untuk mendengar suara-Nya. Allah berbicara; kita mendengar, mengangguk, dan berkata, “Menarik sekali!” Namun kita tidak menindaklanjuti tuntunan Roh Kudus tersebut, sehingga Allah merasa tidak perlu untuk terus berbicara kepada kita.

Suatu pagi, seorang penatua gereja menelepon saya dan berkata, “Saya mendapat tuntunan untuk menelepon Anda. Apakah Anda sedang dirundung masalah?”

“Saya rasa tidak, “ jawab saya.
“Baiklah kalau begitu,” katanya. “Saya hanya menaati Tuhan. Saya cuma ingin menelepon dan memberi dorongan bagi Anda.”

Saya senang ia menelepon, meskipun tak satu pun dari kami tahu alasannya secara pasti. Saya tidak pernah merasa keberatan untuk diberi dorongan, dan saya senang karena ia taat kepada Roh Kudus. Bila Allah berkata kepada kita untuk melakukan sesuatu, sejauh hal itu seturut dengan Kitab Suci, kita tidak selalu harus memahaminya. Apa yang perlu kita lakukan adalah menaati dan memercayai Allah dengan memanfaatkan ketaatan kita untuk mewujudkan kehendak-Nya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.