Minggu, 26 Juni 2011

FOKUS FRANSISKAN:

Cara hidup Fransiskan Sekular terdapat dalam Fasal 2 AD OFS.

Artikel 4 – 8 menunjukkan bahwa panggilan Fransiskan itu secara kokoh berdasarkan kebersatuan kita dengan Kristus dan Gereja-Nya.

4.  Kita harus menepati Injil Tuhan kita Yesus Kristus.

5.  Kita harus berjumpa dengan Kristus dalam diri saudara-saudara dan saudari-saudari dalam Kitab Suci, di dalam Gereja-Nya dan tindakan-tindakan liturgisnya.

6.  Kita harus menjadi alat-alat perutusan Gereja untuk mewartakan Kristus, dalam persekutuan yang penuh dengan Sri Paus, para uskup dan imam.

7.  Kita harus mempersiapkan diri kita untuk pelayanan ini dengan suatu hidup pertobatan, yakni suatu perubahan batin radikal yang terus menerus, atau conversio.

8.  Kita harus memperkenankan doa dan kontemplasi menjadi jiwa dari jati diri kita dan apa yang kita lakukan, serta berpartisipasi dalam hidup sakramental Gereja, khususnya Ekaristi dan dalam doa liturgisnya.

Artikel 9 – 14 mengungkapkan dimensi Fransiskan yang spesifik dari hidup Kristiani kita:

9.  Hidup kita menyatu dengan Maria, Ibunda Yesus, sebagai contoh pertama seorang pribadi yang hidup bersama Kristus.

10.  Hidup kita adalah hidup penyerahan diri kepada kehendak Bapa surgawi bagi kita, dalam rangka mengikuti ketaatan Yesus dalam kemiskinan dan penderitaan-Nya.

11.  Hidup kita adalah hidup kesederhanaan dan kerendahan hati, yang menghindari segala macam peragaan kepemilikan dan kekuasaan, untuk mengidentifikasikan diri kita dengan gaya hidup Kristus sendiri.

12.  Hidup kita adalah hidup kemurnian, sehingga hati kita bebas untuk mengasihi  saudara-saudara dan saudari-saudari yang paling menjijikkan sekali pun, karena mereka telah ditebus oleh Kristus.

13.  Seperti juga yang telah dilakukan Kristus, hidup kita adalah keterlibatan sebagai anggota komunitas yang terdiri dari semua orang, teristimewa dalam hal keikutsertaan dan solidaritas dengan kondisi kemanusiaan dari orang-orang miskin yang menderita secara fisik atau rohaniah.

14.  Hidup kita adalah hidup pelayanan, dimana kita menggunakan waktu dan energi kita untuk kebaikan orang-orang lain, tanpa pamrih, kecuali demi Yesus, yang datang “bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”

Artikel-artikel 15 – 19 mengindikasikan pelayanan apostolik spesifik yang dituntut dari para Fransiskan.

15.  Lewat inisiatif-inisiatif yang berani, kita dipanggil untuk tampil memajukan keadilan dalam masyarakat.

16.  Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa kerja adalah suatu pelayanan bagi komunitas manusia dan suatu partisipasi dalam penciptaan dan penebusan kita.

17.  Kita dipanggil, dalam hidup kekeluargaan kita, sebagai suatu tanda cintakasih Kristus kepada Gereja-Nya, memberikan kepada sesama kita sebuah contoh damai, kesetiaan kepada Allah dan suatu rasa hormat kepada kehidupan sebagai suatu anugerah dari Allah.

18.  Kita dipanggil untuk memperlakukan semua makhluk, yang bernyawa maupun tidak bernyawa, sebagai ungkapan kebaikan Allah dan dalam tali persaudaraan yang bersifat timbal balik.

19.  Kita dipanggil sebagai alat-alat damai Allah, membawa sukacita dan harapan dengan keharmonisan yang terbuka dan berintikan persaudaraan dengan semua orang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.