Kamis, 22 September 2011


Tanggapan terhadap nubuat St. Malachy dan World’s Last Chance

Salam sejahtera didalam Tuhan Kita Yesus Kristus, semoga rahmat kasihNya selalu menyertai kita…
saya ingin bertanya tanggapan gereja Katholik mengenai The end of The World 2012? karya John Hogue. Buku ini menceritakan tentang ramalan seorang Santo asal Irlandia yang hidup di tahun 1094 sampai 1148. Pria tersebut bernama St. Malachy.

Pertanyaan :

1. Bagaimana tanggapan anda tentang ramalan tersebut?
2. John Hogue mengatakan, ada kesan jika Vatikan memperkuat ramalan tersebut. Di antaranya dengan memakamkan Yohanes Paulus II saat terjadi gerhana matahari. Dan menurutnya, ruang di dinding Gereja St Paulus di Roma hanya tersisa untuk dua potret lagi. Satu potret bahkan sudah terisi oleh foto Paus Benedictus XVI.

Mohon maaf, karena banyak mudika saya yang bertanya tentang ini.

Salam sejahtera Tuhan memberkati

Yoseph Agung

Jawaban:

Shalom Yoseph Agung,

1. Tanggapan tentang nubuat St. Malachy

Memang kita mendengar ada banyak prediksi tentang akhir jaman akhir- akhir ini, seperti yang diungkapkan oleh John Hogue. Namun sesungguhnya sikap yang paling baik pada saat ini adalah tidak usah terlalu merisaukannya, sebab tidak ada gunanya.

Sebab pada akhirnya, Sabda Tuhan mengajarkan kepada kita, bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui hari dan saatnya (Mat 25:13).

Lebih baik memusatkan perhatian untuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali tersebut dalam hidup kita, entah pada saat kita wafat, atau jika sampai akhir jaman terjadi pada saat kita masih hidup. Karena sesungguhnya, kita tidak pernah tahu kapan persisnya akhir dunia, namun pesan inti dari Sabda Tuhan adalah: Berjaga- jagalah.

Silakan jika anda tertarik, untuk membaca ajaran tentang Akhir Jaman menurut ajaran Gereja Katolik:
 - Akhir Jaman menurut Gereja Katolik.
 - Rapture menurut ajaran Gereja Katolik.
 - Perlukah kita mengetahui kapan akhir jaman?

Dengan demikian, tidak menjadi masalah, apakah seseorang mau mempercayai nubuat St. Malachy atau tidak. Sebab menurut informasi yang saya ketahui, nubuat St. Malachy (1139) yang ramai dibicarakan orang sekarang ini baru diketahui pada tahun 1590 (Cucherat, “Proph. de la succession des papes“, ch. xv).

Teks tersebut pertama kali diterbitkan oleh Arnold de Wyon, dan sejak saat itu ada banyak diskusi tentang apakah teks ini adalah asli nubuat St. Malachy ataukah pemalsuan. Adanya rentang waktu 400 tahun yang ’sunyi’ antara masa hidup St. Malachy dan penemuan teks ramalannya di abad ke 16 itu merupakan salah satu alasan yang kuat untuk mempertanyakan keasliannya; dan bahwa nubuat St. Malachy ini bahkan tidak disebutkan dalam riwayat hidupnya yang ditulis oleh St. Bernard.

Walaupun memang sebagian orang percaya bahwa alasannya adalah karena teks tersebut ‘tersembunyi’ di arsip Roma selama 400 tahun, seperti teori yang dikatakan oleh Abbey Cucherat.

Menarik juga untuk disimak bahwa Wikipedia membagi daftar Paus itu menjadi dua bagian, yaitu 74 Paus dan antipaus sebelum nubuat itu ditemukan pada tahun 1590, dan 37 Paus yang memimpin setelah tahun 1590. Nah pada kelompok para Paus yang pertama (dari Celestine II s/d Urban VII), hubungan antara motto dan Paus yang bersangkutan umumnya jelas, sedangkan pada kelompok yang kedua (dari Gregorius XIV s/d Petrus Romanus) tidak sejelas pada kelompok yang pertama, bahkan ada yang sama sekali tidak diketahui hubungannya.

Memang bisa jadi, ini adalah penggenapan nubuat yang kebetulan demikian terjadinya (jika teks tersebut asli), tetapi bisa juga ini adalah alasan yang masuk akal mengapa sebagian orang mempertanyakan keotentikan teks ini. Karena jika teks itu pemalsuan yang baru dibuat sekitar abad 16, maka tentu saja logis, bahwa daftar kelompok Paus dari 1143 sampai tahun 1590) pasti lebih jelas kaitannya (antara motto dan kenyataannya), karena merupakan pencatatan hal yang sudah terjadi; sedangkan kaitan ini menjadi tidak begitu jelas pada kelompok para Paus sesudah tahun 1590.

2. Vatikan memperkuat nubuat St. Malachy?

Memang di tulisan nubuat itu terdapat 112 para Paus dengan motto yang bernada puitis untuk setiap Paus. Silakan membaca di link tersebut di atas. Di akhir nubuat itu tertulis: “Di akhir penganiayaan, Gereja Roma yang kudus akan dipimpin oleh Petrus orang Roma, yang akan menggembalakan kawanannya di tengah banyak penganiayaan, dan sesudahnya kota yang dikelilingi 7 bukit itu akan dihancurkan dan Hakim yang adil akan menghakimi bangsa- bangsa. Selesai.”

Di sini terlihat bahwa tentang Petrus Romanus yang menurut daftar St. Malachy adalah Paus yang terakhir, ramalan tersebut tidak mengatakan bahwa tidak akan ada paus lagi yang mengisi antara dia dengan pendahulunya yang disebut sebagai Gloria Olivae, yang sering dihubungkan dengan Paus Benediktus XVI. Ini hanya mengatakan bahwa Petrus Romanus adalah Paus yang terakhir, sehingga terdapat kemungkinan yang sama antara apakah di antara Gloria Olivae dan Paus terakhir “Petrus Romanus” tidak ada Paus lain, atau, masih terdapat beberapa/ banyak Paus.

Tentang Paus Benediktus XVI yang dihubungkan Gloria Olivae karena nama Benediktus yang dipilihnya, juga sebenarnya merupakan keterangan yang memang bisa dihubungkan tetapi juga tidak spesifik hanya dapat digenapi oleh Paus Benediktus.

Pertama karena walaupun order of Our Lady of Mount Olivet (Olivetan) termasuk dalam ordo St. Benediktus, namun tidak semua anggota ordo St. Benediktus adalah anggota Olivetan. Lagipula nama St. Benediktus Yosef Labre yang diacu oleh Paus Benediktus (karena pesta nama Santo tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Paus yaitu 16 April), tidak berhubungan sama sekali dengan olive, Olivetans atau Mount Olivet.

Kedua, seandainya waktu itu bukan Paus Benediktus XVI yang terpilih, siapapun yang berasal dari Ordo Benediktin dapat dianggap sebagai penggenapan nubuat. Atau, jika yang terpilih Paus dari Amerika Latin atau Paus berkulit hitam (karena buah olive berwarna hitam), atau Paus dari Italia atau Spanyol (negara yang sering dihubungkan dengan perkebunan olive/ zaitun) atau Paus yang punya hubungan dengan agama Yahudi (karena di Yerusalem anda Mount of Olive), juga dapat dihubungkan dengan penggenapan nubuat itu.

Dengan demikian hubungan antara Paus Benediktus XVI dengan Gloria Olivae memang dapat saja dihubung-hubungkan, tetapi bukan merupakan tanda absolut pasti demikian artinya.

Mungkin memang suatu kenyataan yang menarik bahwa perayaan pemakaman Paus Yohanes Paulus II terjadi pada saat gerhana hibrid yang terjadi di daerah Pasifik Barat Daya dan Amerika Selatan, sehingga sepertinya cocok dengan nubuatan tersebut, yang menghubungkannya dengan motto “De labore solis (dari hasil pekerjaan matahari)”. Juga karena pada saat kelahirannya 18 Mei 1920, terjadi gerhana matahari sebagian di perairan India. Namun apakah de laboris solis maksudnya adalah gerhana matahari? Tentu ini bisa diinterpretasikan demikian, tetapi juga bukan pasti demikian.

Tentang mengapa hanya ada dua tempat foto Paus setelah Paus Yohanes Paulus II, juga bukan indikasi yang meyakinkan bahwa Vatikan mengatakan bahwa tinggal dua Paus lagi lalu akhir dunia. Sebab daftar foto Paus yang disusun menjadi poster tersebut juga akan terlihat aneh kalau ‘menyisakan’ banyak ruang foto yang kosong.

Hal ini akan menimbulkan pertanyaan baru, foto yang disisakan kosong itu mau dibuat berapa jumlahnya? Maka dapat saja keputusan dua foto yang kosong itu dapat saja karena faktor estetis penyusunan foto dalam sebuah poster. Jika nantinya sudah terisi (dua ruang kosong itu) dan lebih satu, maka dapat terjadi foto- foto itu akan disusun dengan format yang berbeda pada pencetakan poster berikutnya.

Berikut ini adalah foto nama- nama Paus -dari St. Petrus sampai Paus Benediktus XVI – yang terpahat di marmer di museum basilika St. Petrus di Vatikan, yang kami ambil di tahun 2010 yang lalu. Lihatlah bahwa di sana masih ada ruang ‘tersisa’ bagi beberapa Paus (tidak hanya tersisa dua Paus).

Seandainya sudah penuh sekalipun dan belum terjadi akhir dunia, saya percaya tidak menjadi masalah bahwa akan dibuat plakat marmer lagi yang mengukir nama- nama semua Paus, dengan format/ ukuran yang mungkin berbeda.

3. Tanggapan terhadap video the World’s Last Chance (WLC)

Dari video WLC tersebut, kita mengetahui adanya tuduhan- tuduhan yang didasari atas interpretasi pribadi atas nubuatan Kitab Suci. Cara interpretasi ini sesungguhnya malah tidak sesuai dengan Kitab Suci, yang mengajarkan: “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Pet 1:20). Sebab sebagai contohnya, mereka mengintepretasikan the Whore (Pelacur itu) sebagai Evil Church, yang kemudian mereka simpulkan sendiri adalah Gereja Katolik. Padahal jelas disebutkan di dalam Kitab Suci, bahwa ‘the whore‘/ pelacur itu adalah suatu kota yang besar (Why 17:18), dan bukannya Gereja.

Selanjutnya adalah tuduhan bahwa Paus adalah antikristus. Ini adalah tuduhan yang tidak berdasar, karena definisi antikristus menurut Kitab Suci adalah mereka yang menentang Kristus/ Mesias:
“Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. ….. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” (1 Yoh 2:18, 22)

“…dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.” (1 Yoh 4:3)

“Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.” (2 Yoh 1:7)

Jika seseorang dengan jujur membaca teks ini, maka ia akan mengetahui bahwa Paus bukanlah antikristus, karena justru Paus tidak pernah menyangkal Kristus, tidak pernah tidak mengakui Kristus, tidak pernah tidak mengakui bahwa Yesus telah datang sebagai manusia. Malahan ajaran Paus sungguh berpusat pada Kristus dan bahwa Kristus telah menjelma menjadi manusia melalui Bunda Maria yang dipilih Allah untuk melahirkan Dia.

Jadi tuduhan bahwa Paus Yohanes Paulus II bahwa ia adalah antikristus, karena ia dikenal sebagai Paus yang paling dicintai di seluruh dunia, juga tidak Alkitabiah. Sebab Kitab Suci juga tidak pernah menuliskan demikian, ini hanya interpretasi pribadi orang yang menuduh.

 Sumber  :  www.katolisitas.org

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.