Rabu, 28 September 2011

Stipendium dan Iura Stolae

SUMBER :
From: “Yohanes Samiran SCJ” <ysamiran@gmail.com>
To: <ApiKatolik@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, March 26, 2011 9:46 PM
Subject: Re: [ApiK] Re: – Bagi Imam Praja, Stipendium dan Iura Stolae masuk kocek pribadi.

Seperti biasa saya akan memberikan patokan atau alur umum untuk hal yang  kita bicarakan, baru nanti kita coba nilai praktik yang terjadi berdasarkan  pedoman umum itu.
(1)     Stipendium.

Apa itu “stipendium” – stipendium adalah persembahan umat yang meminta INTENSI khusus kepada seorang imam untuk didoakan, khususnya didoakan dalam   perayaan Ekaristi. Uang itu bukan ‘harga’ Misa, melainkan derma untuk keperluan sehari-hari imam, dengan syarat imam itu mempersembahkan misa untuk ujud seperti yang diminta si penderma itu.

Sebenarnya satu stipendium itu identik dengan satu misa.

Maka kalau orang bertanya besarnya– kurang lebih rumusannya adalah sebesar kebutuhan hidup sehari seorang imam.

Mengapa sebesar itu? Karena normalnya seorang imam mempersembahkan sehari satu misa saja. Nah, kalau di Indonesia di beberapa paroki ada imam yang  mempersembahkan lebih dari satu misa, itu adalah karena keadaan tidak bisa pastoral kita. Artinya kebutuhan pelayanan sakramen ekaristi banyak, sementara jumlah imam yang ada tidak sebanyak kebutuhan itu. Nah, besarnya sebesar kebutuhan hidup maksudnya tentu saja supaya jangan sampai ada pastor yang tidak bisa melayani karena tidak tercukupi kebutuhannya. Atau rumus lain, adalah karena pekerjaan pokok dan utama seorang imam adalah pelayanan pastoral seperti itu, maka dia juga harus dijamin bisa hidup cukup pada hari itu.

Maka demi keadilan dan sekaligus solidaritas para imam dalam kolegialitasnya, di beberapa keuskupan membuat aturan seperlunya agar para imam tidak terjebak menjadi “tukang misa” atau juga “pengejar stipendium”; aturan itu misalnya kalau di Keuskupan Agung Palembang: setiap imam boleh memilih satu stipendium yang akan diambil pada hari itu, dan kalau dia mendoakan lebih dari satu intensi maka stipendium atas intensi lain yang tidak dipilih itu dicatat untuk disetorkan ke ekonom keuskupan.

Nah, berkaitan dengan ini ada catatan, bahwa seorang imam tidak boleh menolak mendoakan suatu intensi yang diminta umat hanya karena umat itu tidak mampu memberikan stipendium. Jadi dalam hal ini jelas bahwa imam tidak boleh mengikat suatu intensi dengan stipendium. Juga tidak boleh mengukur ketulusan pelayanan untuk mendoakan intensi umatnya dengan besar atau kecilnya stipendium yang diterimanya.

(2) Iura Stolae

Iura Stolae adalah sejumlah uang yang diberikan umat kepada imam untuk pelayanan : permandian, pernikahan, pemakaman. Konferensi para Uskup menentukan penggunaan uang itu. Di Indonesia, Iura stolae – diserahkan ke keuskupan (via paroki).  Maka pelayanan di luar yang 3 di atas, walau pun si imam melayani dengan   menggunakan “stola” – tidak digolongkan “iura stolae”. Jadi misalnya pemberkatan rumah, mobil, toko, dll – pemberian umat tidak disebut atau termasuk iura stolae. Lihat pembandingnya, Misa Kudus itu – imam juga pakai stola, atau malahan lebih lengkap lagi ya stola plus kasula. Tetapi  pemberian uang untuk ujub perayaan ekaristi – adalah stipendium.

* Jadi :
a. Stipendium yang boleh diambil oleh seorang imam – sehari cukup satu.
Yang  lain diserahkan ke keuskupan untuk solidaritas kehidupan pelayanan para   imam.

b. Iura stolae tidak boleh masuk kantong pribadi, tetapi diserahkan ke  keuskupan.
Terus romo-nya dapat apa? Ya seharusnya paroki tempat dia memberkati akan menerima (mengambil) iura stolae itu, dan paroki itu akan memberikan “honor” sebagai terimakasihnya atas pelayanan si imam itu, kalau imam itu datang dari luar paroki itu. Kalau imam itu adalah pastor di paroki itu, ya dia mengambil satu intensi hari itu. Honor akan diterima dari keuskupan setiap akhir bulan sesuai dengan kesepakatan di keuskupan itu.

Maka soal stipendium dan soal iura stolae – tidak ada bedanya perlakuannya antara imam biarawan (tarekat) dan imam praja (diocesan). Yang membedakan imam biarawan dan praja adalah kaul religiusnya. Kaul religius tidak ada hubungan dengan stipendium dan soal iura stolae.

salam dan doa,

Yohanes Samiran SCJ
=========================
Semoga Hati Yesus merajai hati kita
=========================

Sumber  :  http://katolisitas.org/2010/03/24/stipendium-dan-iura-stolae/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.