Selasa, 29 November 2011

Makna Kehadiran Tuhan dalam Perayaan Natal

Kita mempunyai kesempatan untuk memperkenankan Yesus datang ke dalam kehidupan kita dan mengubah diri kita. Apakah kita di mata dunia merupakan ‘orang besar, tokoh masyarakat, selebriti’, atau cuma sekadar ‘orang kecil, tak dikenal, biasa-biasa saja’, hanya ada satu saja yang akan ditanyakan Allah, yakni bagaimana keadaan hati kita?

Dan … Ia memang ingin sekali hadir  dan mengubah diri kita.

Salah satu tradisi dalam Gereja untuk merasakan kehadiran Yesus adalah melalui kandang Natal. Tradisi kandang natal dimulai di Greccio oleh Santo Fransiskus dari Assisi dan para saudara dina (Fransiskan) di tahun 1223. Sejak saat itu tidak ada pemandangan manapun dalam sejarah Kristiani yang lebih lembut dan lebih disayangi daripada kandang natal Betlehem.

Berbahagialah mata iman kita yang pada saat memandang kanak-kanak Yesus yang terbaring di palungan mengenali anak bayi itu sebagai Anak Allah. Apa yang disembunyikan Allah dari orang-orang cerdik pandai, telah dinyatakan oleh-Nya kepada kita anak-anak-Nya.

Ada banyak orang besar Perjanjian Lama sebelum Yesus dilahirkan, misalnya Abraham bapa iman kita, Musa pemberi hukum yang agung, Daud nenek moyang dari sang Raja-Mesias. Akan tetapi kepada mereka tidak diberikan perwahyuan seperti kepada kita, bahwa “Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).

Natal adalah sebuah peristiwa yang indah, namun ada yang lebih indah lagi yang akan datang kelak. Natal menunjukkan bahwa Allah dilahirkan dalam kehinaan dan kerendahan, namun Dia akan datang lagi dalam kemuliaan-Nya.

Di Betlehem kita melihat seorang anak bayi yang tak berdaya, namun pada akhir zaman kita akan melihat Kristus yang datang dengan segala kekuatan dan kuasa-Nya. Kita mempunyai alasan baik untuk menunggu dengan harapan penuh sukacita akan kedatangan Penyelamat kita, Yesus Kristus, karena mata kita akan terberkati melihat, bahwa Dialah yang mempunyai Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan, sekarang dan selama-lamanya (lihat Mat 6:13). 


Sumber : http://catatanseorangofs.wordpress.com/2011/11/28/aku-bersyukur-kepada-mu-bapa/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.