Jumat, 23 Desember 2011

SANTO FRANSISKUS DAN NATAL DI GRECCIO 

Niat Fransiskus yang tertinggi, hasratnya  yang terutama dan tujuannya yang terbesar adalah menepati Injil suci dalam segala hal dan melalui segala hal, dan dengan kewaspadaan yang sempurna, dengan segenap semangat, dengan kerinduan pikirannya dan semangat hatinya.

Orang kudus ini mengikuti jejak Tuhan Yesus Kristus secara sempurna. Dalam permenungan yang terus-menerus Fransiskus mengingat-ingat sabda-sabda Tuhan Yesus dan memikirkan lagi karya-karya-Nya. Terutama kedinaan inkarnasi-Nya dan cintakasih dalam sengsara-Nya memenuhi ingatannya sebegitu rupa, sehingga dia tidak mau memikirkan sesuatu lainnya.

Dalam tahun ketiga sebelum wafatnya terjadilah, bahwa Fransiskus memutuskan untuk merayakan semeriah-meriahnya peringatan kelahiran Kanak-kanak Yesus di Greccio, untuk menghidupkan kebaktian akan peristiwa itu, pada hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus (25 Desember 1223). Agar perayaan itu jangan sampai dicap sebagai praktek yang menyimpang dari ortodoksi ajaran Gereja, maka Fransiskus memohon dan memperoleh izin dari Sri Paus.

Ia menyuruh orang-orang untuk mempersiapkan palungan, membawa jerami dan membawa lembu dan keledai ke tempat itu. Saudara-saudara dina didatangkan ke situ, rakyat pun datang berbondong-bondong. Maka hutan menggemakan suara-suara. Dan malam yang agung itu menjadi terang-benderang oleh nyala obor dan lilin yang banyak sekali dan bercahaya, dan menjadi meriah oleh lagu dan kidung Natal yang merdu didengar.

Dipenuhi dengan kasih-sayang Fransiskus berdiri di depan palungan Kanak-kanak Yesus. Ia bercucuran air mata namun dipenuhi dengan sukacita. Thomas dari Celano mencatat: Di situlah kesederhanaan dihormati, kemiskinan dimuliakan, kerendahan hati dipuji, dan Greccio dijadikan seperti Betlehem yang baru.

Perayaan Misa Kudus dilangsungkan di atas palungan; dan selaku diakon, Fransiskus, menyanyikan Injil. Kemudian ia berkhotbah kepada umat yang hadir tentang kelahiran sang Raja yang miskin di Betlehem. Sering kali bilamana Kristus hendak disebutnya “Yesus”, maka karena cintakasihnya yang berkobar-kobar kepada Yesus, maka disebutnya “Kanak-kanak Betlehem”.

Di Greccio tinggallah seorang ksatria, yang amat bajik dan terpercaya, yang demi cintakasihnya kepada Kristus telah meninggalkan profesinya sebagai seorang ksatria duniawi dan terikat oleh persahabatan akrab dengan Fransiskus. Nama sang ksatria  itu adalah Yohanes dari Greccio.

Dia melihat ada kanak-kanak yang amat bagus tidur di dalam palungan itu, dan Kanak-kank itu dibopong oleh Bapak Fransiskus yang berbahagia dengan kedua bela tangannya dan kelihatannya dibangunkannya dari tidurnya.

Bukan hanya kesucian hati sang ksatria yang saleh yang melihat hal itu, yang membuat penglihatan itu patut dipercaya, melainkan juga kenyataan yang ditunjukkan membenarkan itu dan mukjizat-mukjizat  yang menyusul setelah itu meneguhkan hal tersebut.

Teladan yang telah ditunjukkan oleh Fransiskus kepada dunia telah membangun hati banyak orang, yang imannya kepada Kristus telah membeku. Dan jerami palungan, yang disimpan rakyat, menyembuhkan secara ajaib hewan-hewan yang sakit dan meluputkanh hewan-hewan itu dari berbagai penyakit.

Demikianlah Allah mempermuliakan hamba-Nya – Fransiskus – dalam segala hal dan menunjukkan kuat-kuasa doa-doanya melalui berbagai tanda ajaib yang kentara


Sumber : http://catatanseorangofs.wordpress.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.