Senin, 24 Oktober 2011

Menghadapi Masalah dan Penderitaan - Wahyu 2:10

Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!
Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.


Apakah Anda mempunyai masalah hari ini? Bagaimana Anda menyelesaikan masalah tersebut? Atau, apakah Anda sedang mengalami penderitaan saat ini? Bagaimana Anda menghadapinya?

Penyakit yang menggerogoti tubuh, kegagalan dalam pekerjaan/karir, masalah dalam keluarga, atau diskriminasi dalam kehidupan sosial, barangkali hanya segelintir dari berbagai macam masalah yang kita hadapi. Selain itu masih banyak lagi macam-macam masalah yang membuat kita menderita. Mungkin, saking banyaknya, hanya dengan ratusan bahkan ribuan buku lah semua masalah yang ada di dunia ini dapat disebutkan satu demi satu.

Itulah yang harus kita hadapi di dunia ini. Bukankah Yesus sendiri menanggung hal yang sama? Yesus memiliki banyak musuh. Kaum kerabatNya menganggap Ia gila (Markus 3:21; Yohanes 7:5). Ia bahkan ‘merasa’ diriNya ditinggalkan Allah untuk menanggung seluruh penderitaanNya (Markus 15:34).

Namun, bagaimanakah sikap yang kita perlukan saat menghadapi semua beban yang akan kita pikul di dunia ini?

Nas Wahyu 2:10 ini menolong kita menghadapi kesusahan dan penderitaan.

1. Buanglah jauh-jauh rasa takut Anda.
Rasa takut tidak akan membantu Anda menyelesaikan masalah. Rasa takut tidak juga membantu Anda untuk mengatasi penderitaan. Bukankah Anda sering mendengar “Masalah itu bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi”? Rasa takut hanya akan membuat kesusahan dan penderitaan itu menjadi semakin terasa hebat. Tapi jika Anda dapat membuangnya, masalah dan penderitaan itu menjadi seolah tidak berarti.

Gantikan ketakutan Anda dengan keberanian. Seneca, seorang filsuf Romawi pernah mengatakan “Merasa susah itu biasa, tetapi berani menderita itu jarang”. Perkataan itu ada benarnya. Namun meski, menggantikan rasa takut dengan keberanian tidak mustahil. Keberanian inilah yang menjadi sikap awal Anda untuk bertahan menghadapi masalah dan penderitaan.

2. Jagalah kesetiaan Anda sampai mati.
Untuk menghadapi penderitaan, Anda dan saya memang membutuhkan kesetiaan. Tapi, kesetiaan kepada apa? Kesetiaan kepada Allah. Dalam berbagai hal, kita juga sangat membutuhkan kesetiaan. Bukankah Anda juga menginginkan agar pasangan dan orang di sekeliling Anda tetap setia bersama Anda walau sedang menderita? Ayub, tetap setia pada Allah dalam penderitaannya  (sekalipun istrinya membujuknya untuk mengutuki Allah). Yesus Kristus pun tetap setia pada Allah BapaNya, meskipun para murid meninggalkanNya.

Yang paling penting adalah, penderitaan dan masalah yang Anda hadapi, tidaklah Anda sendiri yang merasakan. Allah turut menderita bersama Anda. Bahkan, Dialah yang sebenarnya ‘menggendong’ Anda saat menghadapi kesusahan dan penderitaan. Namun, jika kita tidak setia, siapakah yang Allah ‘gendong’?

Anda mungkin sedang menghadapi masalah dan mengalami kesusahan. Tapi, di samping itu, Allah tetap bersama Anda saat menghadapinya. Anda bagai prajurit (tentara) yang sedang berada di medan tempur. Masalah dan penderitaan adalah perjuangan kita. Anda hanya memerlukan keberanian menghadapi musuh, jangan merasa gentar atau malah lari tunggang-langgang. Jagalah keberanian Anda dan tetaplah setia. Itulah sikap yang harus Anda miliki sebagai laskar Kristus di tengah dunia penuh masalah dan penderitaan ini.

Doa : Allah Bapa, aku ingin tetap bersamamu di dalam penderitaan yang harus kuhadapi. Berilah aku keberanian untuk menghadapi semua masalah dan penderitaan. Jagalah agar aku tetap setia kepadaMu dalam setiap pertempuran dan perjuangan ini. Amin.


Sumber  :  http://pargodungan.org/wahyu-210-bagaimana-sikap-saat-menghadapi-masalah-dan-penderitaan/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam atau mengandung SARA.
Terima Kasih.